LAMPU HIJAU UNTUK AHOK

Pemilihan Gubernur DKI Jakarta setahun lagi…..

jelang-pilgub-dki-jakarta-2017-selengkapnya-ada-di-sini-rev-2

Sumber : merdeka.com

Kemarin berita yang begitu banyak diangkat adalah tidak majunya Ridwan Kamil menjadi calon Gubernur DKI Jakarta pada PILGUB 2017 nanti. Setelah cukup lama tidak memberikan keputusan untuk maju atau tidak, akhirnya kang Emil menyatakan untuk fokus dan menyelesaikan masa jabatannya sebagai Walikota Bandung yang masih tersisa dua tahun lagi.

Screenshot_2016-03-01-13-55-19-1

Sumber : Instagran Ridwan Kamil (@ridwankamil)

Berita baik untuk pendukung Ahok? Saya rasa iya, memang elektabilitas dan popularitas kang Emil masih jauh di bawah Ahok, namun apa yang tidak mungkin. Dulu ketika kang Emil diusung oleh Gerindra dan PKS untuk menjadi calon Walikota Bandung, survei awal hanya menunjukkan 6% untuk kang Emil, namun apa yang terjadi ketika hari H pencoblosan? Kang Emil menang dan sampai sekarang kang Emil masih sangat dielu-elukan oleh warga Bandung.

Kang Emil salah satu pejabat yang sangat dekat dengan warganya, keluwesan beliau di media sosial pun wajib diacungi jempol. Kang Emil sangat komunikatif, bahkan media sosial selain dijadikannya sebagai tempat memberitahu program-program yang pemprov Bandung lakukan tetapi juga sebagai tempat untuk bersenda gurau dengan para netizen di media sosial tersebut. Uniknya beberapa hari sebelum kang Emil memutuskan untuk tidak maju sebagai Calon Gubernur DKI Jakarta, kang Emil mem-post sebuah gambar di akun Instagramnya untuk bertanya “Perlukah saya maju pilgub DKI 2017?”. Postingan kang Emil pun banyak ditanggapi oleh netizen, tidak hanya oleh warga Bandung tetapi juga oleh warga di luar Bandung, sampai hari ini sudah ada 31.658 comment yang diberikan oleh netizen.

092546200_1447732692-afgan04

Sumber : Showbiz.liputan6.com

Screenshot_2016-03-01-13-55-06

Sumber : Instagram Ridwan Kamil (@ridwankamil)

Jika saya lihat kebanyakan netizen memang menghendaki kang Emil untuk tetap di Bandung dan lebih memilih untuk maju dalam PILGUB Jawa Barat ataupun tahun 2019 untuk maju sebagai calon presiden Indonesia. Bahkan setelah melakukan konfrensi pers yang menyatakan beliau tidak maju, kang Emil juga banjir pujian, netizen banyak yang komen bahwa kang Emil adalah pemimpin yang amanah, yang tidak haus kekuasaan.

Beberapa media juga melakukan interview by phone dengan kang Emil untuk meminta penjelasan lebih lanjut tentang keputusan yang sudah ia buat. Menariknya kang Emil menyatakan bahwa memang ada kesempatan namun saya memilih untuk tidak mengambil kesempatan itu dan memutuskan untuk fokus serta menyelesaikan masa baktinya sebagai Walikota Bandung. Ditanya soal kesempatan untuk maju pada Pilgub Jawa Barat atau Pilwakot Bandung, kang Emil menjawab akan melihat survei dulu baru membuat keputusan.

Kejadian ini semakin meyakinkan saya bahwa kang Emil pasti maju di Pilgub Jabar nanti dan kang Emil pasti menang jika selama dua tahun ini tidak ada hal yang membuat dia jatuh terpuruk. Kang Emil terkenal di Jawa Barat, bahkan saya lebih mengenal kang Emil daripada Gubernur Jabar yang tengah menjabat sekarang (pak Aher). Kemajuan kota Bandung yang begitu signifikan tentu membuat kang Emil begitu dielu-elukan. Dari tata kota, infrastruktur sampai birokrasi pun Bandung sangat mengalami kemajuan.

Hal ini menjadi angin segar bagi pendukung Ahok, di tengah mengumpulkan 1 juta KTP untuk Ahok, kabar ini tentunya membuat mereka yakin bahwa Ahok bisa kembali menjadi Gubernur DKI Jakarta sampai 2022. Kang Emil menjadi calon pesaing terkuat Ahok jika tadinya kang Emil benar mencalonkan dirinya sebagai calon Gubernur DKI Jakarta. Bukan menyepelekan calon lainnya, tetapi rasanya kita harus rasional bahwa tokoh  seperti Ahmad Dhani, Yusril Ihza Mahendra, Adhayksa Dault, Sandiaga Uno belumlah mampu menandingi Ahok.

Bagi masyarakat Jakarta yang sudah melek politik dan rasional dalam memilih sesuatu, pasti akan lebih mengutamakan hasil kinerja dan bukan sekedar popularitas saja. Kinerja Ahok selama menjabat menurut saya sudah cukup bagus, banyak hal yang ia buat, kalaupun banyak yang bilang itu untuk pencitraan saya rasa tidak. Contoh penggusuran warga Bukit Duri, kalau memang mengejar popularitas untuk apa Ahok harus menggusur mereka, jelas kita tahu bahwa warga Bukit Duri tidak sedikit tapi banyak, tentunya bisa berpengaruh terhadap popularitas Ahok. Namun hal itu tetap ia lakukan, ia tak peduli berapa orang yang tidak suka sama dia asalkan Jakarta bisa bebas banjir.

ahok-serahkan-payung-hukum-apbd-ke-dprd

Sumber : jarakkata90.wordpress.com

Hal lainnya yang bisa kita rasakan adalah banjir di Jakarta sudah mulai berkurang, biasanya bulan Januari atau awal Februari banjir sudah mengepung Jakarta, media ramai-ramai memberitakan tentang banjir tersebut. Sekarang? ini sudah awal Maret namun hanya beberapa daerah saja yang terkena banjir, itupun segera surut dan karena memang air sungai yang meluap. Kali-kali di beberapa daerah juga sudah dibersihkan, pembangunan tanggul juga sudah dilakukan, ditambah dengan adanya pasukan oranye yang siap siaga jika ada genangan air mereka akan segera menindak lanjuti agar genangan air tersebut segera hilang.

Macet? ini memang masih menjadi momok bagi Jakarta, tetapi tidak hanya diam, Ahok banyak membangun fasilitas umum agar masyarakat Jakarta tidak lagi menggunakan kendaraan pribadinya. MRT, LRT, Transjakarta tingkat, Pembangunan jalan layang dan masih banyak lagi yang tentunya belum bisa kita rasakan sekarang tapi bisa kita rasakan di tahun-tahun berikutnya. Bahkan Ahok menyatakan selama kepemerintahan saya Jakarta akan semakin macet, tapi setelah pembangunan selesai Jakarta bisa tidak macet lagi.

Pekerja melakukan aktivitas pembangunan jalur bawah tanah (terowongan) Mass Rapid Transit (MRT) di Jakarta, Rabu (29/4)

Pekerja melakukan aktivitas pembangunan jalur bawah tanah (terowongan) Mass Rapid Transit (MRT) di Jakarta, Rabu (29/4). Menurut Project Manager Elevated Construction Heru Nugroho proses pengerjaan MRT secara keseluruhan sudah mencapai 15 persen dimana untuk proyek jalan layang (elevated) pengerjaan baru mencapai 12 persen sementara pengerjaan jalan bawah tanah sudah mencapai sekitar 21 hingga 22 persen. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/ed/Spt/15

XxpSy6KqXG

Sumber : cdn.metrotvnews.com

Birokrasi? Jakarta sudah semakin baik birokrasinya, sekarang tidak perlu lama semua serba cepat. Setiap info yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta pun dapat bisa dipantau oleh masyarakat melalui website pemprov DKI. Semakin baiknya birokrasi juga menekan angka korupsi di Pemerintahan DKI Jakarta. Sampai sekarang kasus UPS tetap dilanjutkan, tinggal menunggu saja pihak-pihak yang memang bertanggung jawab atas penyalahgunaan dana UPS ini.

Rasanya kinerja Ahok untuk Jakarta yang lebih baik ini akan terus bisa dilanjutkan jika melihat peta persaingan di PILGUB 2017. Ahok sangat bisa menang, apalagi orang-orang yang mengumpulkan KTP untuk Ahok sudah 600 ribu lebih KTP. Ahok tinggal memilih tetap memilih untuk independen atau memilih untuk didukung oleh partai politik. Sejauh ini baru NasDem yang terang-terangan mendukung Ahok dalam Pilgub 2017, namun Ahok sendiri belum tergoda untuk menerima tawaran NasDem untuk maju lewat dukungan partai.

Sudah sepantasnya pemimpin muda yang baik tersebar di seluruh daerah Indonesia. Ahok di Jakarta, kang Emil di Jawa Barat, Tri Rismaharini di Jawa Timur, Ganjar Pranowo di Jawa Tengah dan saya sangat yakin akan ada banyak tokoh muda yang terus mengembangkan daerah di Indonesia untuk lebih maju lagi. Indonesia bisa hebat jika daerah di Indonesia juga maju.

ganjar-pranowo-ahok-ridwan-kamil-julian

Sumber : poskotanews.com

 

cagubdki

Sumber : image.iyaa.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s