Huru Hara Online

“Yang dapat bertahan bukanlah yang kuat, tetapi yang mampu beradaptasi” -Charles Darwin-

Kemarin banyak orang yang ramai membicarakan tentang demonstrasi yang dilakukan awak supir taksi konvensional. Mereka melakukan demo tersebut karena mereka menganggap bahwa kehadiran transportasi online mengancam kehidupan taksi konvensional, pendapatan mereka menurun hampir 50% setiap harinya.

Demo-Taxi-Di-Gatsu-696x400

Demonstarsi yang dilakukan kemarin pun bukan yang pertama namun sudah kedua kalinya. Namun demo kemarin rasanya yang paling heboh, dikarenakan mereka anarki dan cenderung brutal.

Salahkah transportasi online??

Saya sangat setuju dengan pidato yang disampaikan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, yang kebetulan juga kena imbasnya dari demonya para supir taksi konvensional. JK menyatakan bahwa ada satu hal yang sulit dilawan yaitu “TEKNOLOGI”, ya benar majunya teknologi sulit dibendung dan yang menjadi salah satu akibatnya adalah munculnya banyak aplikasi berbasis internet yang sangat mempermudah konsumen untuk mendapatkan sesuatu yang diingininya.

Sebenarnya banyak bidang yang sudah terkena imbas dari majunya teknologi dan banyaknya aplikasi online. Contoh nyata adalah belanja, dulu konsumen harus pergi ke departement store, pasar, supermarket untuk membeli sesuatu. Sekarang? tinggal mengklik Lazada, Tokobagus, Tokopedia, dll konsumen sudah dapat barang yang diingini tanpa harus bepergian dan mengeluarkan ongkos untuk kendaraan.

Contoh lainnya adalah bidang pers, munculnya media online yang sangat update dalam suatu kejadian menjadikan media cetak kehilangan pangsa pasarnya. Oplah menjadi turun, apalagi biaya produksi media cetak dengan media online sangat jauh bedanya.

Banyak lagi bidang lainnya yang sangat tergeser karena adanya internet, namun yang saya lihat adalah perusahaan yang mulai tergeser ini perlahan mulai beradaptasi untuk memanfaatkan aplikasi berbasis internet. Matahari salah satu departement store di Indonesia mulai menjalani aplikasinya yaitu Mataharimall.com, ataupun media cetak Kompas, mereka memilih untuk menjadikan koran harian mereka dalam bentuk e-paper sehingga masyarakat tidak perlu lagi beli koran Kompas dalam bentuk kertas tapi bisa diakses dengan internet di mana isinya sama dengan koran dalam bentuk kertas.

Lalu apa yang terjadi dengan transportasi online? Mereka tidak salah, mereka hanyalah para pengusaha yang kreatif untuk membuat suatu lapangan kerja baru di mana banyak orang yang diuntungkan. Mengapa saya bilang ini menguntungkan? tidak hanya pengusaha yang untuk tapi para supir maupun konsumen pun merasa diuntungkan. Mudahnya mendapatkan transportasi tanpa harus jalan terlebih dahulu, biaya yang sudah tau terlebih dahulu, sistem pembayaran pun bisa tunai ataupun non tunai. Supirpun tidak perlu keliling jalan untuk mendapatkan konsumen sehingga biaya bensin pun lebih murah.

ojek online

Perlu diperhatikan bahwa transportasi online ini tidak berbentuk taksi, saya lebih melihatnya adalah mobil rental yang dipakai oleh konsumen, sehingga wajar kalau mereka mempunyai tarif yang lebih murah. Memang perusahaan transportasi online ini harus dibuat regulasinya sehingga mereka berbentuk badan hukum dan tentunya membayar pajak kepada daerah. Tidak lupa kenyamanan dan keamanan kendaraan yang dipakai sebagai kendaraan pun harus sesuai dengan syarat kelayakan suatu kendaraan.

uber-grab-car-20150811

Bagaimana dengan taksi konvensional?

Saya merasa para supir taksi konvensional ini terlalu rajin, mengapa? Seharusnya para manajemen perusahaan tersebutlah yang lebih berjuang untuk berbicara kepada pemerintah bukan para supirnya. Manajemen perusahaan seharusnya lebih kreatif untuk bertahan dalam persaingan ekonomi di era ini, bukan malah hanyut dan diam serta masih memakai cara lama dalam menjalankan perusahaan tersebut.

Blue Bird dan Express bisa dikatakan dua perusahaan taksi yang paling dipercayai oleh masyarakat, apakah dua perusahaan ini pernah didemo oleh taksi konvensional lainnya karena dianggap menguasi taksi di Jakarta? Setau saya belum ada yang demo dua perusahaan tersebut. Lalu mengapa sekarang ketika terdapat saingan dua perusahaan ini seperti kalang kabut dan parahnya para supirlah yang bergerak menuntut agar transportasi online diatur. Kemana para manajemennya?

Hari ini manajemen Blue Bird menggratiskan biaya taksi reguler di daerah Jadetabek, mungkin mereka ingin kembali mendapatkan rasa percaya konsumen terhadap Blue Bird. Memengaruhikah? tidak terlalu memengaruhi bagi saya, karena kejadian kemarin lebih banyak menghasilkan rasa antipati daripada empati. Masyarakat Jakarta sudah pintar dalam memakai logikanya, sekalipun mereka hari ini memakai Blue Bird keesokan harinya belum tentu, karena balik lagi yang menentukan adalah selera konsumen. Siapa yang tidak senang jalan di Jakarta memakai Blue Bird dan itu gratis?? Setelah normal, konsumen akan lebih memilih lagi transportasi yang murah tetapi nyaman.

Bagaimana solusinya?

Baiknya pemerintah segera memastikan perusahaan transportasi online ini berjalan sesuai dengan regulasi yang ada atau membuat regulasi baru yang mengatur mengenai transportasi online. Harus segera jangan ditunda lagi, Kemenhub, Pemprov DKI, Kemenkominfo harus sinergi dalam mengatur ini semua.

Taksi konvesional? Manajemen perusahaan baiknya beradaptasi dengan kemajuan teknologi sekarang, jika memang sudah ada aplikasi segera sebar ke masyarakat ditambah penyesuaian harga karena harga BBM yang sudah turun. Kreatif dalam meraih pangsa pasar, ingat konsumen suka dengan yang murah tapi dapat fasilitas yang sama dengan yang mahal.

Tranportasi online? Segera mengurus untuk berbadan hukum dan teruslah berkreasi, serta lebih baik lagi dalam memberikan yang terbaik bagi para konsumen, jangan hanya memikirkan untung tetapi juga kenyamanan dan kemanan bagi para konsumen.

Dalam mencari rezeki tidak perlu anarkis, rezeki itu sudah ada yang mengatur kalaupun sekarang menurun itu tandanya harus lebih giat lagi dalam mencari rezekinya.

 

-ini hanya pendapat saya sebagai penikmat transportasi online tetapi masih mempercayai taksi konvensional-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s