(IN)TOLERAN di INDONESIA

Kasus intoleran yang berkembang di Indonesia membuat kita semakin sadar bahwa negara kita masih termakan dengan istilah premodial. Bahkan beberapa orang jelas menyatakan bahwa “tak apa pemimpinnya korupsi yang penting seagama”.

Salahkan statement ini? Saya akan berpendapat bahwa ini tak salah, itu hak beberapa orang untuk berpendapat, toh di negara kita ini semuanya berhak berpendapat dan ada undang-undang yang melindunginya. Tapi bagi saya sendiri, saya tidak menganut statement di atas, saya lebih suka menjadi seseorang yang berpendapat bahwa memilih pemimpin berdasarkan kemampuan dia memimpin secara benar dan kinerja dia saat memimpin.

Mengapa demikian? “Pemimpin yang benar pasti baik, tapi Pemimpin yang baik belum tentu benar”. Kita sering bertemu dengan orang baik, tapi apakah kehidupan dia benar? belum tentu, hanya Tuhan dan dia yang tau. Tapi saya yakin ketika hidup dia benar, hal itu akan terlihat dari karakter, kinerja dan perilaku dia dalam kehidupan sehari-hari.

Agama pasti membuat kita ke arah yang benar, tapi belum semua kita paham dengan ajaran masing-masing agama kita, jangan sampai kita malah jadi orang yang salah menafsirkan agama kita masing-masing.

Ya isu intoleran yang terjadi di Indonesia, membuat saya risih. Ada video anak-anak yang menjadi viral karena berteriak “Bunuh Ahok”, apakah anak kecil tersebut paham dengan istilah bunuh? apakah dia tau bahwa membunuh itu dilarang di setiap agama manapun? Ya kejadian ini sekaligus menyakiti hati banyak orang, negara yang sangat bangga dengan istilah Bhinneka Tunggal Ika menjadi negara yang keragaman tidak lagi sesuatu yang patut dihormati.

Saya berpikir bagaimana perasaan orang yang pertama kali bawa isu ini ke masyarakat dan akhirnya bukan hanya orang dewasa yang terkena isu ini tapi juga sampai ke anak kecil. Berpikirkah mereka di awal mereka membuat hal ini? Saya harap mereka berpikir, rasanya sayang jika Indonesia yang begitu indah dikorbankan oleh mereka yang pada dasarnya hanya ingin sebuah kekuasaan.

Agama itu seharusnya tidak membuat kita sensitif, justru harusnya membuat kita semakin sadar bahwa agama itu membawa kita ke arah perdamaian bukan sebaliknya. Indonesia yang saya kenal itu rukun bukan rusuh.

Semoga di bulan ramadan ini, kita lebih menjaga persatuan dan kebhinnekaan kita sebagai sebuah negara Indonesia. Hidup berdampingan secara damai lebih indah daripada hidup rusuh dengan sesama kita.

“Indonesia tanah air beta, pusaka abadi nan jaya. Indonesia sejak dulu kala tetap dipuja-puja bangsa. Di sana tempat lahir beta, dibuai dibesarkan bunda. Tempat berlindung di hari tua. Sampai akhir menutup mata.” – Indonesia Pusaka-

 

*Tulisan ini dibuat bukan untuk mengadu domba, tapi hanya untuk menyampaikan perasaan hati seorang Indonesia yang rindu adanya saling menghormati satu dengan lainnya. -EMH-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s