WARMING UP FOR 2019

Hari ini salah satu berita yang ramai dibicarakan di media massa adalah bertemunya dua tokoh politik besar yaitu Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono akan bertemu dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Cikeas malam ini.

Apa yang akan dibicarakan?

Isu yang berkembang tentunya tentang Pemilihan Umum Presiden tahun 2019 nanti. Pertengahan tahun 2017 tentu sudah waktu yang tepat untuk membicarakan kemungkinan-kemungkinan politik yang akan terus berkembang sampai tahun 2019. Bahkan isu yang paling santer terdengar adalah wacana lahirnya duet “Senior dan Junior” yaitu Prabowo Subianto dengan Agus Harimurti Yudhoyono untuk maju dalam Pemilihan Umum Presiden 2019. Tentunya jika hal ini terjadi berarti dua kekuatan besar partai bergabung yaitu Gerindra dan Demokrat. Tidak bisa dipungkiri AHY bisa menjadi tokoh penyegar jika Jokowi dan Prabowo yang kembali maju. Sikap sportifitasnya saat Pilkada DKI Jakarta lalu mendapatkan apresiasi yang bagus dari masyarakat.

Terlalu terburu-burukah pertemuan ini?

Jika melihat waktu di mana 2019 sebentar lagi, maka pertemuan ini tidaklah terburu-buru. Apalagi jika kita berbicara tentang Pemilu Presiden yang berarti masyarakat yang memilih berada di seluruh Indonesia, sangat dibutuhkan waktu yang panjang untuk mengenalkan calon yang akan diusung. Ditambah lagi calon yang akan ditantang adalah petahana yaitu Joko Widodo.

Menurut pihak Demokrat yang meminta pertemuan berasal dari pihak Prabowo yang kemungkinan besar membahas tentang koalisi di tahun 2019.  Pertemuan ini menurut saya cukup dipikirkan secara panjang dan matang. Bertemunya dua kekuatan besar ini bisa menjadi sinyal bagi pihak petahana tentang calon penantangnya. Prabowo dan SBY tentu menjadi “King Maker” dalam pertemuan ini, akankah menjalin hubungan, tidak menjalin atau malah tidak ada keputusan yang diambil dalam pertemuan ini.

Isu lainnya yang berkembang mengenai pertemuan ini adalah untuk menjegal Jokowi di tahun 2019. Benarkah? Saya tidak bisa menjawab pertanyaan ini secara pasti. Kalaupun iya saya rasa lumrah saja, namanya kompetisi harus ada yang menang dan kalah, apalagi di dunia politik hal ini sudah hal yang biasa saja. Tentunya kita ingin muncul calon penantang petahana yang bisa menjadi pertimbangan untuk kita dalam memilih pemimpin kita 2019 nanti bukan calon tunggal.

RUU Pemilu yang dibahas minggu lalu, jika ditelaah secara dalam bisa menghasilkan calon tunggal, karena bisa dipastikan suara masyarakat akan tersebar di beberapa partai politik. Sehingga cukup sulit untuk mengusung calon sendiri tanpa berkoalisi.

Mungkin pertemuan ini menjadi salah satu antisipasi untuk menghindari calon tunggal. Koalisi menjadi satu-satunya jalan agar ada calon-calon lainnya. Ditambah lagi jika dilakukan koalisi setelah Pemilu Legislatif tentu waktu yang tersedia tidaklah lama, sehingga butuh kerja yang sangat keras agar calon tersebut dikenal dan dipilih oleh masyarakat. Berbeda jika sudah dilakukan dari sekarang, setidaknya pengenalan sudah bisa dilakukan dari jauh-jauh hari dan koalisi bisa diharapkan solid dalam mengusung calon tersebut.

Siapa calon terkuat?

Calon terkuat tentu Prabowo Subianto, tidak bisa dipungkiri Prabowo masih menjadi tokoh terkuat yang bisa melawan Jokowi. Masih hangat di ingatan kita bahwa perolehan suara antara Jokowi dengan Prabowo pada Pemilu Presiden 2014 lalu tidaklah jauh. Bahkan elektabilitas Prabowo naik tajam hampir mendekati elektabilitas Jokowi di saat akhir-akhir masa kampanye.

Di 2019 pun nama Prabowo masih menggema untuk kembali diusung menjadi calon presiden. Rasanya umur bukan jadi penghalang bagi para kader untuk mengusung Prabowo menjadi presiden.

Sikap Prabowo yang menunjukan kooperatif dengan Jokowi menjadi nilai tambah bagi dirinya di mata masyarakat. Saat ada aksi besar yang terjadi di Jakarta, Prabowo tidak menjadi tokoh pemanas tapi justru terjadi saling berkunjung antara Jokowi dengan Prabowo. Setidaknya hal yang terlihat di masyarakat ini menunjukkan bahwa sekalipun partai Gerindra menjadi oposisi dari pemerintah, dalam keadaan genting Prabowo tetap mendukung pemerintah. Sikap Prabowo inilah yang menjadi nilai tambah bagi dirinya untuk berkompetisi di 2019.

Lalu siapa pendampingnya?

Menarik membahas siapa pendamping Prabowo nanti, tapi yang jelas keputusan Prabowo untuk bertemu SBY malam ini yang diawali dengan makan nasi goreng, belum memastikan bahwa kader Demokrat lah yang akan menjadi pendamping Prabowo. Sekalipun AHY digadang-gadang bisa menjadi pendamping Prabowo, rasanya terlalu cepat untuk mengiyakan calon pasangan ini. Latar belakang keduanya yang militer sangat jarang dipilih untuk menjadi komposisi capres dan cawapres. Memang komposisi pernah ada yaitu saat Soeharto dan Tri Sutrisno menjabat. Namun yang harus kita ingat bahwa demokrasi saat ini dengan dulu sangat jauh berbeda.

Mungkin pertemuan ini memang baru untuk membicarakan tahap awal yaitu koalisi 2019 belum menentukan nama yang akan diusung. Bisa saja untuk melemparkan ke masyarakat dan melihat bagaimana respon masyarakat jika dua nama ini dijadikan satu pasangan. Kita tidak bisa memungkiri Demokrat masih menjadi partai yang memiliki kekuatan besar sekalipun terperangkap dalam beberapa kasus hukum. Jika bisa mengajak Demokrat berkoalisi, kekuatan ini cukup bisa menandingi koalisi pemerintahan (Jika nanti 2019 masih berlanjut) dan bisa dipastikan PKS akan bergabung dengan Gerindra. PKS menjadi salah satu partai yang setia dengan Gerindra sampai sekarang, begitupun dulu saat berkoalisi dengan Demokrat, PKS adalah partai yang paling setia dalam berkoalisi.

Yang jelas pertemuan malam ini tetap bisa menjadi sinyal bagi Jokowi untuk melihat penantangnya nanti di 2019. Apakah Prabowo kembali diusung? Lalu siapa pendampingnya? Ataukah tokoh yang lain justru yang diusung? Atau malah hanya sekedar silahturahmi antara para pensiunan jenderal ini.

Hanya Tuhan, Prabowo dan SBY serta beberapa kader dari masing-masing partai tersebut yang tahu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s