JOKOWI “HAMPIR” KUASAI MEDIA DI INDONESIA

697004189-perindo

Sumber : https://jakartaperindo.files.wordpress.com

Perindo resmi balik kanan !!!

Entah ada angin apa partai yang diketuai oleh Hary Tanoesoedibjo ini merubah arah haluannya, dari yang sangat keras mengkritisi pemerintahan Jokowi menjadi partai yang memutuskan untuk mendukung pemerintahan Jokowi.

Aneh? Tidak aneh, hal ini sah-sah saja di dunia politik. Jargon dalam politik yang terkenal adalah “Tidak ada teman atau musuh yang abadi dalam politik, namun yang ada adalah kepentingan yang abadi” . Kepentingan menjadi amat penting dalam dunia politik, dari kepentingan itu bisa didapatkan yang namanya kekuasaan atau setidaknya menjaga kekuasaan yang sudah dimilikinya. Ketika ada kepentingan tokoh politik di sesuatu hal tersebut, maka ia tidak segan untuk berpindah haluan demi kekuasaan.

Sangat lumrah yang dilakukan Hary Tanoesoedibjo ini, menilik ke belakang Hary Tanoe adalah seorang pebisnis sukses yang tentunya harus bisa memposisikan dirinya agar bisnis yang ia tekuni tersebut tetap aman baik di kancah nasional maupun internasional.

Berlawanan dengan pemerintahan tentunya membutuhkan mentalitas yang kuat. Mungkin ini yang menjadi salah satu alasan Hary Tanoesoedibjo melalui partai yang dipimpinnya berubah haluan. Jika benar Jokowi dua periode, bisa saja ini yang dipikirkan Hary Tanoesoedibjo bahwa cukup sulit jika 10 tahun harus beroposisi dengan pemerintahan.

Alasan lain yang berkembang adalah berkaitan dengan kasus SMS yang menimpa Hary Tanoesoedibjo. Beberapa pihak ada yang memperkirakan bahwa berpindah hatinya Perindo ke Jokowi agar kasus yang menimpa Ketua Umumnya tersebut dihentikan. Entah itu benar atau tidak, yang jelas hukum seharusnya tidak boleh diintervensi sekalipun oleh presiden sekalipun.

a986b537-bef9-466b-bf42-c349562cb64b

Sumber : Detik.com

Yang jelas masyarakat penikmat media yang berada di bawah naungan MNC Group harus mulai terbiasa dengan pemberitaan yang mungkin saja akan lebih banyak membahas kebaikan dari pemerintahan. Mungkin saja kritik akan tetap ada, tapi rasanya tidak akan sebanyak sebelum Perindo mendukung pemerintahan Jokowi.

Hary Tanoesoedibjo dikenal dengan “Raja Media” di Indonesia. Bisa dikatakan semua jenis media massa sudah ada di bawah bendera MNC Group. Media cetak, Radio, Televisi bahkan Media online juga sudah ada di MNC Group. Maka tidak heran julukan “Raja Media” pantas disematkan pada Hary Tanoesoedibjo.

1d697f4

Sumber : https://media.licdn.com

Media sebagai alat politik bukan suatu hal yang tabu lagi. Media di Indonesia saat ini hampir sebagian dimiliki oleh tokoh politik, sehingga keberimbangan pemberitaan pun tidak lagi jadi masalah yang pelik. Rasanya membahas keberimbangan media itu tidak akan menemukan titik temu. Walaupun masih tetap ada yang berusaha agar semua media massa di Indonesia ini pemberitaannya berimbang, hal ini tentunya membutuhkan proses yang tidak mudah.

Jokowi sejak tahun 2012 jelas menjadi media darling, hampir semua media memberitakannya saat itu. Jokowi dianggap sebagai tokoh politik yang berbeda dari tokoh lainnya, sehingga menjadi sesuatu hal yang baru di Indonesia. Istilah “blusukan” pun ngehits karena media massa. Namun, tidak semua pemberitaan media itu bernada positif, apalagi ketika Jokowi memutuskan untuk maju menjadi calon presiden di tahun 2014. Rasanya media di Indonesia terbelah menjadi dua kutub, yaitu kutub yang pro Jokowi dan kutub yang kontra dengan Jokowi.

Sejauh ini pun pemberitaan Jokowi di berbagai media memiliki nada yang berbeda-beda. Media yang konsisten mendukung Jokowi bisa dikatakan adalah Metro TV, media ini bahkan ada yang menjulukinya dengan “TV Pemerintahan”. Media yang lainnya juga ada yang tetap konsisten dengan politik redaksi yang dipilihnya, bahkan ada media juga yang tetap mengkritisi pemerintahan Jokowi.

Salahkah jika media mengkritik pemerintahan? Tidak. Media yang benar harus bisa menjalankan semua fungsinya termasuk fungsi pengawasan. Media yang benar harus bisa berimbang berita yang mereka buat, tidak berat sebelah. “Tidak pemerintah banget apalagi anti pemerintah banget”, semua harus BERIMBANG.

Jika melihat realitas sekarang bahwa Hary Tanoesoedibjo mendukung pemerintahan Jokowi, bisa dikatakan Jokowi secara tidak langsung “hampir” menguasai media di Indonesia. Rasanya sulit menutup mata bahwa berita di media MNC Group akan menjelekkan pemerintahan Jokowi. Setidaknya jika ada kritik, akan dikemas dengan sebaik mungkin. Hal ini tentunya sangat lumrah terjadi di Indonesia dan hal ini menjadi tiket emas Jokowi untuk meraih perhatian masyarakat melalui media massa selain melalui senjata pamungkasnnya yaitu “blusukan”.

Menarik melihat media yang tadinya jelas sangat keras mengkritisi pemerintahan, tiba-tiba sekarang mendukung pemerintahan, politik redaksi jelas juga akan ikut berubah haluan.

Sejauh ini tentunya masyarakat sangat mendambakan ada media yang benar-benar berimbang dalam hal pemberitaannya. Masyarakat juga harus terbuka matanya tentang kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh pemerintahan Jokowi. Jangan sampai media di Indonesia menjadi alat pemerintahan seperti di negara komunis. Media di Indonesia juga tidak boleh menutup mata jika pemerintah melakukan hal yang tidak sesuai dengan kepentingan rakyat banyak. Media di Indonesia sebagai pilar keempat negara seharusnya tetap harus mengkritisi pemerintah jika memang hal tersebut harus dikritisi alias bukan kritik abal.

Keberimbangan media tetap menjadi Pekerjaan Rumah bagi pemerintah, insan pers dan tentunya masyarakat.

Selamat bergabung Perindo, semoga kalimat yang terdapat di lagu mars Perindo bisa menjadi kenyataan dengan bergabungnya ke pemerintahan. “JAYALAH INDONESIA”.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s